
Selatpanjang : MCNews.com Berkaitan dengan rencana Yayasan Sosial Umat Beragama Buddha Selatpanjang ingin membangun Gapura di Pemakaman Tionghoa Kampung Baru Kelurahan Selatpanjang Selatan ,yang sebelumnya sudah 2 Kali Rapat dikantor Lurah Selatpanjang Selatan ,maka Camat Tebing Tinggi Husni Mubarak S.Ag,M.Pd mengajak semua pihak terkait untuk kembali Rapat di Kantor Camat ( 27/10/2025) .

Rapat Kali ini yang hadir diantaranya ,Kadis Penanaman Modal ,Bapak Sutardi ,Dishub,Satpoll PP,Perwakilan Kesbangpol ,Lurah Selatpanjang Selatan,Wakil Ketua Mui ,Tokoh Pemekaran Kepulaun Meranti Ramlan CPLA, Tokoh Pemuda Selatpanjang Selatan Zainudin SH didampingi Yayan dan anggota ,dan perwakilan tokoh masyarkat Kampung Baru ,Pengurus Yayasan Sosial Umat Beragama Budha.


Rapat dibuka oleh Bapak Camat Tebing Tinggi Husni Mubarak ,beliau mengawali dengan meyapa kepada para peserta rapat ,dan memulai sambutan pertama diberikan kepada Bu Lurah Selatpanjang Selatan Sri Suryani Dewi .
Izin Bapak Bapak saya selaku Lurah ingin meyampaikan beberapa hal terkait dengan dengar Pendapat Rapat kali ini,Untuk Sejarah Tanah perkuburan Sepakat saya tidak mengetahui,karena adanya pemakaman itu saya belum lahir ,Masyarakat sayalah memastikan sejarah perkuburan sepakat dan lebih mengetahui ,dilapangan masyakarat tidak terima akibat Miskomunikasi .Saya hanya mampu menerima .ada surat masuk tebusan kesaya dari Pemuda Selatpanjang Selatan,yang isinya Menolak Pembangun Gapura tersebut ,kalau mau bangun di tempat pemakaman masing masing ” Tutur Bu Lurah
Kesempatan meyampaikan kedua di berikan Kepada Perwakilan Yayasan Sosial Umat Beragama Buddha Sugiyanto oleh Bapak Camat
“Izin kesempatan yang diberikan pak camat ,izin sesuai yang disampaikan bu Lurah ,Januari 2025 kami sudah berkonsultasi untuk menyampaikan niat kami Membangun Gerbang dan Gapura .Saya menyampaikan bolehkah dibangun jalan ibrahim Ujung ,dikelenteng datuk .
Bersmaa kadis perhubungan pak Agus waktu itu ,dan pejabat setempat ,diarahkan dibangun didalam areal makam .
Sudah beberapa kali rapat dan lakukan koordinasi .pengurus TPU sepakat H.Sumarno ,Gapura dibangun atasnya Nuansa Muslim ,bawahnya nuansa Buddha dalam bentuk tulisan Leluhur yang artinya dalam bahasa indonesia “Mengenang Para leluluhur” .saya konsultasi dengan pak Ramlan tentang niat saya ini dan meluruskan tidak benar ada lukisan naga dan patung dewi di Gapura tersebut ” tutur Sugiyanto
Lebih Lanjut Sugiyanto.SE juga menyampaikan Pemuda setempat juga banyak membantu kami ketika ada kegiatan Ibadah ,kiranya kami bisa membangun gapura dan memperbaiki gapura . Jalan itu milik Umum ,jangan 30 tahun ,selamanya masyarkat memiliki .jalan tersebut dilalui saat ada kematian umat muslim dan Buddha ,tulisan China yang kami maksud di Gapura itu nantinya artinya mengenang para arwah leluhur .tutup Sugiyanto.SE Sekretaris Yayasan Sosial ummat beragam budha
Camat. tebing Tinggi Husni Mubarak S.ag ,M.pd menyampaikan salam dari Ketua Yayasan Tjuan An SH tidak bisa hadir karena Wisuda
” Pak Tjuan sedang ada menghadiri Wisuda ,izin saya menambahkan ,Umat Beragama Budhha yang sekarang berada diluar negeri punya niat dan keinginan membawa tulang belulang leluhur untuk dibawa dan ditanam di makam Tionghoa Kampung Baru ” Tutur Camat
Ketua Pemuda Zainudim SH juga menyampaikan terkait dengan Rapat kali ini .
“Bapak camat yang kami hormarmati ,Bapak wakil ketua Mui,utusan Dishub,Satpol PP,Bu Lurah dan Lainya ,Sebelumya mohon maaf Sebenarnya banyak mau datang ,ibu ibu majelis Taklim ,dan Masyrakat lainya .tapi kami melihat ingin Rapat berjalan kondusif dan tenang ,maka cukup yang hadir perwakilan saja .Kami Masyarakat dan Pemuda Kampung Baru menjunjung tinggi Toleransi ,dulu Waktu Pak Ahuat ada ,waktu besi besi hilang dipemakaman malah kami yang bantu cari pak,Pertama kami ingin menyampaikan, Pada Tanggal 11 Oktober Hari Sabtu Malan minggu kami rapat dihadiri 50 orang dikediaman Agus , kami tidak mau ada perpecahan ,malah kami berkumpul untuk mencari solusi dimana disana kami membahas terkait Pembangunan Gapura ,ada pak mahmudin ,pak Gani ,pak gani yang membuka kuburan sepakat pertama ,tahun 1972 ,saya coba cari sumber lain dan mengolah pikiran saya ,saya telpon orang yayasan pertama pak jinping ,
pak jiping meyampaikan tahun 1980 pemindahan kuburan Cina dikampung baru itu lokasi dipondok kita sebentar saya ada tulisan ,jadi disana dulunya ada masjid mu’mainah ,dan ada rumah tapi saya lupa namanya ,perwakilan dari orang tionghoa meminta izin diawal untuk membangun makam ,dan disampaikan syarat oleh masyarakat waktu itu ,boleh dibangun asal dibuat juga Turap dan jalan agar mudah menuju areal makam yang dilalui bersama .,yang jadi tanah kuburan cina dikampung baru ,namanya pak boyangta ,nomor 1 pertama dibangun itu kuburan pak boyangta .bangun turap dan jalan baru dipenuhi ,tapi dengan oranmen oranamen masjid cheng ho itu cuma bermain dikata – kata pak ,kami meyepakati tidak ada kata Diskusi lagi ,kami menolak ,Selanjutnya kami tidak melarang dibangun Gapura ,asal dipintu Masuk masing – masing ,selanjutnya kami ingin bertanya ,kenapa tidak mau mengalah dan ngotot dibangun Gapura disana ,dan tidak ada kata kompromi lagi .rapat pertama dan kedua dikelurahan ,rapat ketiga kok di Kecamatan itu agak lucu bagi saya ” Tutur Zainudin .
Ramlan CPLA menyampaikan Sambutan berikutnya
“Saudara sekalian ,kami tidak ingin menjelaskan panjang lebar ,karena proses kami lewati sudah tepat ,waktu itu awal mula rencana ini dimulai kami meyadari ada yang terlupakan termasuk Persatuan Pemuda selatpnjang Selatan dan Tokoh lainya yang tidak bisa dihadirkan Rapat di kantor Camat ini bagian dari mencarikan solusi dan tahapan teknis rapat ,tidak selesai di Kelurahan ,maka dibuat di kantor Camat ,tidak selesai di Kantor camat maka arahkan ke Kantor Bupati .Awalnya diarahkan di tepekong monyet ,tapi kalau runtuh 30 tahun nanti siapa yang bertanggung jawab memberi izin .
Kami tidak ngotot kenapa dibangun disana ,ada anak cucu yang mau ziarah disana .Usulan pak camat betul ,tidak mencampurkan Akidah .Kalau ada alasan Menolak ,kami memahami ,kemudian terkait pembangunan Gapura islam ,artinya tidak ada doa menolak sedekah .Ada satu lagi gapura dari alahair ,kalau ingin dibangun ,alhamdulilah Tidak benar kalau ada Gapura Gerbang dikunci ,dan isu lainya ” tutur Ramlan
Kesimpulan Rapat Berdasarkan dengar Pendapat dari masing -masing pihak ,maka diambil keputusan Gapura dibangun dipintu Masuk Pemakaman Masing -masing .
Camat Tebing Tinggi menutup rapat dan dilanjutkan Foto Bersama dengan peserta Rapat dari Perwakilan OPD dan Tokoh yang hadir .: penulis MZ
Editot RM














