
MCnews.com – MERANTI — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memperingati Hari Jadi ke-17 Tahun 2025 melalui Rapat Paripurna Istimewa yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (19/12/2025). Peringatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan daerah sekaligus penguatan komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan.

Rapat paripurna tersebut dihadiri Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar, Wakil Bupati, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, unsur Forkopimda, tokoh pejuang pemekaran, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Kabupaten Kepulauan Meranti, masyarakat aparatur sipil negara (ASN), insan pers, serta berbagai unsur.
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Khalid Ali, SE, dalam Segalanya menegaskan bahwa terbentuknya Kabupaten Kepulauan Meranti pada 19 Desember 2008 merupakan hasil perjuangan panjang para tokoh pendiri daerah yang dilandasi pengorbanan, keikhlasan, dan semangat pantang menyerah.

Ia menekankan bahwa peringatan hari jadi tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mewujudkan pencapaian pembangunan sekaligus memperkuat tekad bersama. Menurutnya, Kepulauan Meranti memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu penggerak perekonomian di Provinsi Riau apabila seluruh elemen terus menjaga persatuan, kebersamaan, serta menjunjung tinggi nilai keimanan dan budaya Melayu.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menyampaikan bahwa perjalanan 17 tahun Kepulauan Meranti merupakan rangkaian sejarah yang sarat dengan kegigihan dan martabat. Ia menilai, daerah yang tadinya kurang diperhitungkan kini terus bertransformasi menjadi wilayah strategis di beranda depan Indonesia.
Dalam pidatonya, Bupati Asmar memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah. Salah satunya adalah keberhasilan Kepulauan Meranti meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) 2025 dengan jaminan kesehatan lebih dari 98 persen penduduk. Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah terus mendorong pembangunan jalan lingkar dan fasilitas pelabuhan guna meningkatkan konektivitas antar pulau. Cakupan pelayanan infrastruktur dasar juga meningkat dari 66,87 persen pada tahun 2024 menjadi 79,17 persen pada tahun 2025.
Pada bidang tata kelola pemerintahan, Kabupaten Kepulauan Meranti meraih predikat Istimewa pada Indeks Reformasi Hukum dengan nilai 96,38. Menurut Bupati, pencapaian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem pemerintahan yang bersih, profesional, dan berwibawa.
Meski begitu, Bupati Asmar mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, di antaranya pengentasan kemiskinan, tingginya biaya logistik wilayah kepulauan, ancaman abrasi pantai, perlindungan narkotika, serta penyediaan lapangan kerja bagi generasi muda.
Mengusung tema “Kolaborasi Menuju Meranti Unggul, Agamis, dan Sejahtera”, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi, menjaga nilai-nilai agama dan budaya, serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti,Muzamil Baharudin, SM, MM saat ditemui menyampaikan rasa haru dan bahagianya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama dan bergotong royong membangun Kabupaten Kepulauan Meranti, agar visi Menuju Meranti Unggul, Agamis, dan Sejahtera dapat terealisasi dengan baik.
Aspirasi Tokoh Pejuang Pemekaran
Pada kesempatan tersebut, perwakilan tokoh pejuang pemekaran, Hj. Jahlelawaty Jaafar, SH, menyampaikan aspirasi dengan penuh haru. Ia mengingatkan bahwa 17 tahun lalu Kepulauan Meranti dimekarkan pada hari Jumat, dan peringatan hari jadi kali ini pun kembali bertepatan pada hari yang sama.
Ia menyampaikan tiga permintaan kepada pemerintah daerah, yakni penyusunan buku sejarah pemekaran Kepulauan Meranti agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang, pemberian nama jalan dengan nama tokoh-tokoh pejuang sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka, serta pembangunan monumen pemekaran sebagai penanda sejarah daerah.
Bupati Tanggapan soal Infrastruktur dan Tunda Bayar
Usai rapat paripurna, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar membahas awak media. Ia mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-17 Kepulauan Meranti dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu padu membangun daerah agar semakin unggul, agamis, dan sejahtera.
Menanggapi pertanyaan wartawan terkait pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan, Bupati Asmar memastikan bahwa pembangunan Jembatan Panglima Sampul dan Jembatan Selat Akar direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2026. Ia juga menyampaikan bahwa proyek Jembatan Selat Akar akan kembali dilanjutkan sesuai kemampuan keuangan daerah.
Terkait persoalan tunda bayar, Bupati Asmar menjelaskan bahwa pemerintah daerah masih menunggu transfer dana dari pemerintah pusat di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia menegaskan tidak ada niat untuk menahan pembayaran dan seluruh kewajiban akan diselesaikan setelah dana masuk ke kas daerah.
“TPP sudah kita bayarkan, tinggal satu bulan lagi. Begitu juga kehormatan, insyaallah akan kita upayakan. Tidak ada niat menahan uang. Nanti bersama Sekda akan kita cek kembali di DPPKAD terkait tunda bayar tahun 2025,” tegasnya.
Peringatan Hari Jadi ke-17 ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan baru bagi Kabupaten Kepulauan Meranti untuk terus melangkah maju sebagai daerah kepulauan yang berdaya saing dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.
Sumber: Humas Prokopim Pemda Kepulauan
Sumber: Meranticenternews.com
Penulis: MZ
Editor: RM













